Positif Kreatif Kompetitif

about me

Nama gue Muhammad Fahmi Kurniawan
ISLAM
Blesteran Sunda-Jawa
From Bandung
Born Kediri
and now staying Jakarta

EDUCATION :
2000-2006 Islamic Elementary School Kediri
2006-2009 Junior High School 4 Kediri (International Class Program)
2009-2012 Informatics Enginnering at International High School of Muhammadiyah
2012-2016 Bangking and Financial Management of Y.A.I University Jakarta

HOBBY :
Tour and traveling
Adventure
Photograph
Design Grapic
Basket Ball

MAKALAH DHCP SERVER LINUX

 

MAKALAH



DHCP SERVER DI LINUX 
 
Disusun oleh :
M.Fahmi Kurniawan    
(XII TKJ 2)


SMK Muhammadiyah 2 Kediri
Jl.Penanggungan 5 Kediri
2011/2012


Kata Pengantar


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “DHCP Server di Linux”
Makalah ini merupakan salah satu syarat untuk pemenuhan nilai praktikum Kompetensi Kejuruan Teknik Komputer Jaringan. Selesainya penyusunan ini berkat bantuan dari berbagai pihak oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada
1.      Ibu Umi Solekhah selaku wali kelas XII TKJ 2
2.      Bapak Wahyu selaku guru mata pelajaran yang juga memberikan tugas makalah ini kepada kami
3.      Teman-teman yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini
Harapan saya semoga Makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
Makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


Kediri,14 Desember 2011


M .Fahmi Kurniawan




 
Daftar Isi
Halaman Judul......................................................................................................................................i
Kata Pengantar......................................................................................................................................ii
Daftar Isi...............................................................................................................................................iii
Pendahuluan..........................................................................................................................................iv
Tujuan...................................................................................................................................................iv
BAB I Teori Dasar..............................................................................................................................1
Pengertian.............................................................................................................................................1
Fungsi DHCP.......................................................................................................................................2
Kelebihan dan kekurangan DHCP.......................................................................................................3
BAB II Praktek Kerja........................................................................................................................4
Instalasi paket DHCP server................................................................................................................4
Konfigurasi server DHCP dengan Random IP Address......................................................................5
Konfigurasi server DHCP dengan Fixed IP address............................................................................8
Kesimpulan..........................................................................................................................................10
Penutup................................................................................................................................................11




Pendahuluan
            Pada jaringan komputer yang besar konfigurasi parameter TCP/IP pada masing-masing workstation akan sngat merepotkan dan membutuhkan waktu yang sangat lama,terutama ketika parameter TCP/IP seperti alamat IP dan subnetmask memerlukan perubahan.
            Dinamic Host Configuration Protokol (DHCP) adalah layanan dari server yangdigunakan untuk mengkonfigurasi secara Dinamik maupun Statis.TCP/IP host yang meminta informasi konfigurasi TCP/IP disebut DHCP Client,sedangkan TCP/IP host yang memberi Iformasi konfigurasi TCP/IP disebut DHCP server.
            Konfigurasi alamat IP pada DHCP client diberikan oleh administrator jaringan pada server DHCP.dan DHCP digunakan untuk menyampaikan alamat IP tersebut yang di konfigurasi ke DHCP client.pada metode ini administrator jaringan akan memberikan alamat IP pada host tertentu dari DHCP server.yang artinya alamat IP yang sama akan selalu diberikan ke DDdHCP client tertentu.

Tujuan
*      Siswa dapat memahami manfaat / kegunaan dari DHCP Server.
*      Siswa memahami kelebihan dan kekurangan penggunaan IP dinamisdibandingkan dengan penggunaan IP statis
*      Siswa mampu memahami kerja server DHCP
*      Siswa dapat melakukan konfigurasi DHCP server pada sistem operasi Linux,serta konfigurasi DHCP client pada  Windows
*      Siswa mampu menguji server DHCP




BAB I
Teori Dasar
Pengertian

DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client.                                                                        
Protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP akan sangat membantu sekali karena semua konfigurasi jaringan bisa dilakukan
dari sebuah komputer yang berlaku sebagai DHCP Server, sehingga client yang terhubung pada
jaringan tidak perlu untuk mengkonfigurasikannya secara manual.
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.
Fungsi DHCP
Untuk mengadministrasi sebuah jaringan kecil, pemberian ip static sangat memudahkan bagi administrator jaringan. Namun jika jaringan sudah mulai luas kemungkinan untuk menggunakan ip yang sama akan lebih besar sehingga menyebabkan konflik. Dengan dasar ini maka penggunaan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server sangat dianjurkan.
Fungsi utama dari DHCP Server ini adalah memberikan IP kepada host atau komputer yang tersambung kepada jaringan tersebut secara otomatis. Hal ini hanya berlaku jika komputer tersebut menggunakan setting IP dengan DHCP atau di Windows mengaktifkan pilihan "Obtain IP Address Automatically". Bagaimana jika tetap menginginkan komputer menggunakan IP statis? bisa saja dengan demikian IP tersebut tidak akan diberikan pada komputer yang akan meminta IP pada DHCP Server atau mengganti IP dari sebuah host yang telah menggunakan IP yang sama dengan IP statik yang digunakan.
Kelebihan dan kekurangan DHCP
Kelebihan :
1.         Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. DHCP menyediakan  alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
2.         DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidal bisa dipakai oleh client yang lain.
3.         DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
4.         Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.
5.         Mencegah terjadinya IP conflict.
Kekurangan:
Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak terhubung.

 

Metode dalam konfigurasi DHCP ada dua,diantaranya:

1.      Konfigurasi dengan range secara random otomatis IP.Pemberian IP address kepada client secara random dan dapat berubah-ubah namun masih dalam range IP address yang ditentukan.

2.      Konfigurasi dengan Fixed alamat IP address.Pemberian IP address yang sifatnya tetap value pada client yang memerlukan data MAC address.







BAB II
PRAKTEK KERJA
Alat Dan Bahan:
  • Dua buah PC , satu PC sebagai Server DHCP yaitu LINUX,dan satu lagi sebagai client yaitu Windows.
  • Kabel UTP / Cross
  • Master Ubuntu server 10.10
Praktek berikut dialakukan oleh 1 klompok yang masing-masing klompok terdiri atas 2 orang,yang satu untuk DHCP server dan satu lagi untuk DHCP Client.Komputer yang difumgsikan sebagai server adalah LINUX dan konputer yang difungsikan sebagai client adalah windows (atau bisa juga sistem operasi yang lain).
Tahap pertama adalah proses instalasi dan konfigurasi DHCP server yang dilakukan pada PC yang akan difungsikan sebagai server.
v    Instalasi paket DHCP server
Sebelumnya, masukan dulu CD Ubuntu Servernya karena paket DHCP Server ada di dalam CD tersebut.
*      Log in ke root terlebihdahulu dengan username root and password
*     Instal paket DHCP Server dengan perintah (apabila terhubung internet) $ sudo apt-get install dhcp3-server.
 
*      Apabila tidak terhubung dengan internet gunakan perintah ini untuk melakukan instalasi paket DHCP server.
#mkdir /mnt/cdrom (digunakan untuk membuat direktori)
#mount /dev/cdrom/ /mnt/cdrom/
#ls /mnt/cdrom
#cd /mnt/cdrom/pool/main/d/dhcp3/
#dpkg –i *.deb
#cd
#umount /dev/cdrom/ /mnt/cdrom
*      Apabila proses instalasi diatas berhasil kemudian lihat paket DHCP apakah sudah benar-benar terinstal,lakukamn perintah :
            #ls /etc/dhcp3/
              Apabila sudah berhasil terdapat file dhcp.conf
 Konfigurasi server DHCP dengan Random IP Address
edit file DHCP Servernya yang terletak pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf.
Perintahnya, # nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf
 
bagian yang di konfigurasi adalah  (dengan menghilangkan tanda pagar “#”)
        subnet 172.20.0.0 netmask 255.255.0.0 {
      range 172.20.100.1 172.20.100.10;
      option broadcast-address 172.20.255.255;
      default-lease-time 600;
      max-lease-time 7200;
        }
      
      Lihat gambar dibawah ini :          
 
Keterangan >> untuk menyimpan : ctrl+O
                untuk keluar : ctrl+X
*      Langkah selanjutnya memberi IP address pada server
#ifconfig eth0 172.20.100.2/
Jalankan service DHCp dengan :
#/etc/init.d/dhcp3-server restart
Apabila sudah [OK] berarti server sudah bisa dihubungkan ke windows
Lihat gambar dibawah ini :
 
 
*      Untuk membuktikan apakah client mendapatkan IP, kita bisa cek di client, misalnya di Windows.
Tapi jangan lupa, setting ip address di windows nya secara otomatis.
Caranya klik Start → Control Panel → Network and Internet Connections → Network Connections → klik kanan pada Local Area Connection → lalu Properties
Pada properties, pilih tab General → lalu pilih Internet Protocol (TCP/IP) → lalu klik Properties. Selanjutnya centang/pilih Obtain an IP Address automatically, seperti gambar dibawah ini. Lalu klik OK.


Kemudian klik kanan pada Local Area Connection → Status → Klik Tab Support.
disana ada tulisan “assigned by DHCP” yang berarti PC anda telah mendapat IP dari DHCP Server.


Apabila IP address pada client sudah muncul dengan konfigurasi yang telah dibuat server tadi maka konfigurasi random telah berhasil
  Konfigurasi server DHCP dengan Fixed IP address
*      Ketik script ini dibawah script configurasi random tadi
                  Host client1{
Hardware ethernet 00:24:1D:F2:C7:E3;
Fixed-address 172.20.100.5l;
}
Untuk mendapatkan MAC address seperti script diatas , lakukan perintah pada windows
Start-run (ketik “cmd”)-ipconfig /all




Seperti gambar:  







Kemudian akan muncul 
 




Langkah terakhir untuk memastikan konfigurasi berhasil masuk pada windows
Kemudian klik kanan pada Local Area Connection → Status → Klik Tab Support.
disana ada tulisan “assigned by DHCP” yang berarti PC anda telah mendapat IP dari DHCP Server.
                                            
*      Jalankan service DHCPdengan :
#/etc/init.d/dhcp3-server restart
Apabila sudah [OK] dua kali berarti server sudah bisa dihubungkan ke windows
Lihat gambar dibawah ini :





Apabila IP address pada client sudah muncul dengan konfigurasi yang telah dibuat server tadi maka konfigurasi fixed berhasil.
 
*      Langkah terakhir Menghapus paket dhcp yang sudah terinstal dan konfigurasinya gunakan perintah sebagai berikut :
#dpkg  -P dhcp-server
            Atau bisa juga menggunakan perintah
#dpkg  -P dhcp3-server  (apabila perintah diatas tidak bisa jalan)
#reboot
Proses Konfigurasi Selesai



Kesimpulan

DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client.
Dalam praktek kerjanya menggunakan dua operasi sistem yaitu LINUX dan Windows.Linux sebagai server dan Windows sebagai Client.Dalam Konfigurasinya menggunakan dua metode yaitu Random dan Fixed.
 DHCP merupakan protocol yang dipakai untuk pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan atau lebih.
Jika non DHCP, pemberian alamat IP diset secara manual satu per satu ke seluruh komputer yang terkoneksi dengan jaringan.
Jika menggunakan DHCP, seluruh host yng tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP sehingga memudahkan administrator dalam penangan jaringan.
Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP seperti default gateway dan DNS server.
DHCP3-server adalah salah satu software support yang membantu pengalokasian alamat IP dalam system jaringan.
        
Penutup
        Sekian kiranya mkalah mengenai Konfigurasi DHCP server ini saya buat.Besar harapan saya semoga bermanfaat bagi pembaca dan untuk pemenuhan nilai tugas Kompetensi Kejuruan kami.
Tentunya makalah ini masih kurang dari sempurna ,kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.oleh karena itu Kritik dan Saran akan sagatlah berperan ntuk kesempurnaan dan perbaikan makalah ini.
Saya ucapkan terimakasih banyak bagi pembaca atau penilai , Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca  pada umumnya.









 












 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar